Perjalanan Ziarah, Malam 1 Sura di Makam Kyai Raden Santri Gunung Pring

arisduts.com - Gunung Pring merupakan nama sebuah desa yang yang berada di kec. Munthilan, kab. Magelang, prov. Jawa Tengah, Indonesia. Karena tempat ini banyak di tumbuhi tumbuhan pohon bambu atau pring, maka kawasan ing terkenal dengan sebutan Gunung Pring. Di puncak bukit dengan ketinggian kurang lebih 400 meter dari permukaan air laut terdapat sebuah kompleks Makam Walliyulloh yang di semayamkan di sana. Salah satu tokoh ulama yang di makamkan di tempat tersebut yaitu Kyai Raden Santri atau Pangeran Singosari Majapahit. Beliau adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan juga keturunan Brawijaya V.

Perjalanan Ziarah, Malam 1 Sura di Makam Kyai Raden Santri Gunung Pring

Di sini juga ada makamnya tokoh ulama lain yang juga berperan besar dalam penyebaran ajaran Agama Islam. Siapakah tokoh tersebut ? Diataranya adalah Kyai Krapyak I, II, & III, Kyai Harun, Kyai Dalhar, Kyai Gus Jogorekso dan lain-lain. Di komplek ini merupakan tempatnya menimba ilmu pendidikan terutama di bidang keagamaan seperti adanya podok pesantren yang sudah sekian tahun lamanya berdiri di sini yaitu Pondok Pesantren Darussalam Watu Congol.

Tempat ini juga termasuk salah satu wisata religi terkenal di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Mengenai ramainya pengunjung, biasanya di bulan Rhamadan/Puasa dan di hari hari tertentu seperti malam 1 Suro. Banyak peziarah yang berdatangan dari berbagai wilayah, baik dari wilayah sekitar maupun luar daerah. Ini semua berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa yang memberikan kebaikan kepada orang-orang beriman, ketika sudah meninggalpun selalu di ziarahi dan di doakan oleh banyak orang.


Ada apa tentang malam 1 Sura ?

Sebagian orang jawa menggangap malam 1 suro itu sebagai malam yang sakral atau  berhawa gaib ( mistis ), malam di mana orang jawa melakukan kirim doa dan ritual sesaji untuk arwah leluhur supaya semua yang masih hidup ataupun mati tetap dapatkan ampunan dan Rahmat dari Nya ( Gusti Alloh ). Namun sebagai malam bulannya untuk orang Islam juga tidak jauh berbeda, karena pada dasarnya sama meski dengan cara berbeda. Seperti pada kesempatan ini kami dari rombongan peziarah dari kota Bantul, Yogyakarta juga melakukan dzikir dan doa di malam 1 Sura di Makam Simbah "Kyai Raden Santri" Gunung Pring, Jawa Tengah.

"Manunggaling Roso Nyawiji Marang Gusti"

Pada tanggal 31 Agustus 2019 bertepatan dengan malam 1 Suro ( 1 Muharrom 1441 H ) kami berangkat bersama-sama yaitu Saya admin, Bapak Dukuh Sarwidi, Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Adik-adik sekalian dengan di pimpin oleh Bapak Kyai Khanafi. Perjalanan dari rumah ini memakan waktu kurang lebih 1, 5 jam. Kami berangkat sekitar star jam 21.00 hingga tiba di sana kurang lebih jam 22.30 Wib. Roda empat pun terus berputar melaju kencang ditambah dengan suasana gelap bersinarkan setitik bulan dan bertaburan bintang-bintang dengan dinginnya sang angin malam menemani langkah kami.


Tak lama kemudian kami sampai di sana, setelah itu istirahat sejenak lalu di lanjut naik ke puncak Makam. Untuk sampai di puncak tersebut di perlukan tenaga dan nafas yang cukup, karena untuk sampai di atas harus melewati anak-anak tangga yang naiknya cukup lumayan tinggi dan banyak. Bila anda ingin kesana yaitu perlu bekal tenaga yang cukup ekstra terutama untuk yang udah lansia perlu di gandeng. Kok bukan pacar aja yang di denggandeng he..he..he...ya itu boleh-boleh aja sih tetapi asal jangan pacaran di sono 😁 gaess.

Selain itu di komplek ini juga banyak para pedagang makanan & minuman beraneka ragam seperti nasi goreng, nasi sayur, bakso ato mie, somai dan lain-lain. Ketika anda akan menaiki anak tangga di setiap pinggir kanan dan kiri banyak juga yang menjajajakan kan dagangan aneka souvenir, peralatan untuk ibadah, pakain adat jawa, wesi ajine wong tani, alat-alat dapur dan lain sebagainya.


Sebelum anda sampai di puncak bukit ada tata cara yang semestinya wajib di lakukan yaitu berwudlu dulu baru masuk dan mengirim doa. Di sana ada salah satu keistimewaan yang tak mungkin untuk di lewatkan yaitu di sediakan air gentong, yang di peruntukkan bagi siapa saja yang membutuhkan dan di yakini bahwa air tersebut selain sebagai obat rasa haus dahaga juga bisa membawa berkah.

Nah, untuk itu selagi masih ada kesempatan marilah kita semua belajar dekat dengan orang-orang shaleh yang sudah tiada, agar senantiasa kita selalu ingat bahwa kehidupan di dunia ini bersifat hanyalah sementara saja. Dengan begitu apabila kita mau bersungguh-sungguh meperbanyak amalan-amalan kebaikan tentunya hidup ini akan lebih tenang, damai, tentram, aman, sentosa, bahagia,  selamat dunia akhirat, karena senantiasa bisa dapatkan safaat dari Kanjeng Nabi Muhammad Saw & berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa ( Alloh SWT ). Salam hangat semoga sekilas cerita ini bisa memberi manfaat baik di dunia maupun akhirat....Aamiin..amiin..amiin..Ya Robbal'lamiin. Matur Suwun/ Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Perjalanan Ziarah, Malam 1 Sura di Makam Kyai Raden Santri Gunung Pring"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel