Belajar Hidup "Prihatin" Di Usia Muda

arisduts.com_Tuhan memang memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk menentukan pilihan hidupnya demi kesuksesan di masa depan. Ada sebagian orang yang suka menikmati uang ataupun hartanya hanya untuk bersenang-senang saja. Sebaliknya ada pula orang yang suka menabung dan menata keuangannya sebaik mungkin demi kehidupan masa depan yang lebih baik.

Begitu banyak orang berkerja keras untuk meraih kesuksesan, tetapi tidak semua orang yang mau hidup prihatin di usia muda. Zaman kini memang banyak mengalami perubahan yang penuh akan tantangan juga rintangan yang harus di dilewati. Dengan bulat tekat semangat yang tinggi, kerja keras dan disertai dengan doa kepada Tuhan itu adalah dasar utama untuk meraih sebuah kesuksesan.

Belajar Hidup "Prihatin" Di Usia Muda

Jika anda menemui kegagalan itu adalah awal dari sebuah kesuksesan, namun jangan biarkan kegagalan itu terus berlarut larut dan segeralah cari solusinya agar keaadaan akan cepat membaik. Meskipun hal itu tidak semudah ucapan ataupun mebalikan kedua telapak tangan.

Kesempatan Yang Baik Belum Tentu Terulang Kembali

Mengunakan waktu sebaik mungkin dengan memanfaatkan situasi kondisi dengan baik ketika peluang/kesempatan itu ada. Mengapa demikian ?  Setidaknya dengan mencoba cara begitu anda tidak akan menyesal di kemudian hari meskipun pada akhirnya akan gagal atau berhasil.

Tidak sedikit orang mengabaikan kesempatan yang datang, karena hanya menuruti rasa malas yang bersemayam dalam diri. Selagi raga masih kuat sepantasnya tetap semangat bekerja keras dan rajin menyisihkan uang sebagai tabungan di hari tua.

Ketika raga yang semakin termakan akan usia tentu tenaga akan semakin berkurang dan pastinya kurang produktif. Dengan begitu hasil yang di peroleh tidak akan bisa maksimal seperti di masa muda dulu. Apakan anda ingin seperti itu? Tentunya tidak.

Perkembangan teknologi sekarang ini juga perlu di ikuti agar tidak ketinggalan dalam mengembangkan bisnis melalui media online. Namun jangan hanya mengikuti gaya membeli fasilitas yang tak perlu, misalkan membeli gadget ataupun laptop dengan harga yang mahal.

Anda cukup membeli dengan harga yang relatif dan yang terpenting bisa di gunakan untuk pengembangan kemajuan dunia bisnis. Maka dari itu marilah kita belajar bersama untuk menjadi pemuda/pemudi bangsa yang inofatif, kreatif, produktif dan suka "prihatin" demi terciptanya kesuksesan yang bermanfaat dan membawa berkah baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

Belum ada Komentar untuk "Belajar Hidup "Prihatin" Di Usia Muda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel